Sepucuk Surat Untuk Sahabat

Sepucuk Surat Untuk Sahabat

Sepucuk surat untuk sahabat, Seorang sahabat pernah mengirimkan sebuah pesan yang penuh makna. Isi pesan itu adalah: “Sahabat, dengarkanlah sejenak.. Diriwayatkan, bahwa: Apabila penghuni Surga telah masuk ke dalam Surga, lalu mereka tidak menemukan sahabat-sahabat mereka yang selalu bersama mereka dahulu di dunia, mereka bertanya tentang sahabat mereka itu kepada Allah Subhaanahu wa ta’ala .. “Yaa Rabb.. Kami tidak melihat sahabat-sahabat kami yang sewaktu di dunia, shalat bersama kami, puasa bersama kami dan berjuang bersama kami,” Maka Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: “Pergilah ke neraka, lalu keluarkan sahabatmu yang di hatinya ada Iman walaupun hanya sebesar dzarrah.” (HR. Ibnul Mubarak dalam kitab “Az-Zuhd”) Al-Hasan Al-Bashri berkata, “Perbanyaklah Sahabat-sahabat Mukminmu, karena Mereka memiliki Syafa’at pada hari kiamat.” Ibnul Jauzi pernah berpesan kepada Sahabat-sahabatnya sambil menangis, “Jika kalian tidak menemukan aku nanti di surga bersama kalian, maka bertanyalah kepada Allah ta’ala tentang aku, “Wahai Rabb Kami.. Hamba-Mu fulan, sewaktu di dunia selalu mengingatkan kami tentang Engkau. Maka masukkanlah dia bersama kami di Surga-Mu.” Sahabatku.. Mudah-mudahan dengan ini, aku telah Mengingatkanmu Tentang Allah ta’ala ..Agar aku dapat bersamamu kelak di Surga & meraih Ridha-Nya.. Aku memohon kepada-Mu.. Karuniakanlah kepadaku Sahabat-Sahabat yang selalu mengajakku untuk Tunduk, patuh & Taat kepada Syariat-Mu.. Kekalkanlah persahabatan kami hingga kami bertemu di akhirat nanti dengan-Mu.. Amiin… Sumber : somewhere i...
Salafus Shalih

Salafus Shalih

Ada yang pernah denger apa itu Salafus Shalih ? Kalo secara etimologi (bahasa), Salafus Shalih itu artinya orang-orang terdahulu Kalo secara terminologi (istilah), Salafus Shalih itu orang-orang terdahulu yang sholeh, mengikuti ajaran Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah SAW Ada 3 generasi Salafus Shalih yang patut kita contoh, yaitu : Generasi para sahabat (berinteraksi langsung dengan Rasul) Generasi Tabi’in (tidak berinteraksi dengan Rasul secara langsung, belajar dari para sahabat) Generasi Tabi’ut Tabi’in (belajar dari Tabi’in) Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, «خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ» Artinya, “Sebaik-baik manusia adalah yang hidup pada masaku, kemudian manusia yang hidup pada masa berikutnya, kemudian manusia yang hidup pada masa berikutnya.” (HR. Bukhari (2652), Muslim (2533)) Aku tau ini dari majelis ta’lim dan banyak referensi lain. Kalo mau tau lebih lengkap tentang dalil dan hadist mengenai Salafus Shalih, bisa baca di : Definisi Salaf ( almanhaj.or.id ) Salafus...
Hadits Palsu Seputar 1 Safar

Hadits Palsu Seputar 1 Safar

Sekarang marak beredar broadcast tentang Hadits Palsu Seputar 1 Safar. Entah broadcast dari bbm, line, whatsapp, sms, ataupun media sosial yang lainnya. Isi dari broadcast tersebut biasanya seperti ini : Rasullullah Bersabda “Barang Siapa Yang Memberitahukan Berita 1 Safar Kepada Yang Lain, Maka Haram Api Neraka Baginya”.   Dan tolong baca sebentar aja kita berdzikir mengingat اَللّهُ … “Subhanallah, Walhamdulillah, Walaa ilaaha ilallah, Allahu-Akbar, laa haula wala quwata illa billahil aliyil adzim” Sebarkan!, Anda  akan membuat beribu-ribu manusia berzikir kepada Allah SWT  آمِّيْنَ آمِّيْنَ آمِّيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ Hadits yang di sebutkan di atas adalah hadits palsu, sebagaimana dijelaskan oleh Asy-Syaukani di Al-Fawaid Al-Majmu’ah, hlm. 215. Maka Berhati-hatilah menyebarkan hadits palsu karena yang menyebarkannya akan mendapatkan dosa dusta dan menyebabkan masuk neraka sebagaimana dalam hadits yang shahih berikut ini : عَنْ الْمُغِيْرَةِ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ كَذِباً عَلَيَّ لَيْسَ كَكَذِبٍ عَلَى أَحَدٍ فَمَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّداً فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ. “Dari Mughirah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: Se-sungguhnya berdusta atas (nama)ku tidaklah sama seperti berdusta atas nama orang lain. Barangsiapa berdusta atas (nama)ku dengan sengaja, maka hendak-lah ia mengambil tempat duduknya dari Neraka.” [HR. Al-Bukhari (no. 1291) dan Muslim (I/10), diri-wayatkan pula semakna dengan hadits ini oleh Abu Ya’la (I/414 no. 962), cet. Darul Kutub al-‘Ilmiyyah dari Sa’id bin Zaid]   Cuma saling mengingatkan dalam...