Kali ini, kita akan membahas mengenai ulang tahun dan bagaimana hukum ulang tahun dalam Islam.

Mengucapkan “happy birthday”, “hbd”, “happy milad”, “baarakallahu fii ‘umrik”, dan lainnya udah jadi kebiasaan banyak orang, dan mereka berpikir kalo itu gak menyalahi aqidah.

Mungkin mereka bakal bilang “Apa salahnya sih ngucapin happy birthday ? Kan yang gak boleh itu niup lilin dan merakayan ulang taun ?”

Sebenernya, inti permasalahannya itu bukan pada ucapan “happy birthday” itu. Tapi, intinya itu adalah LARANGAN ‘TASYABBUH’ atau menyerupai orang kafir. Hal inilah yang berkaitan dengan aqidah.

Karena mengucapkan “happy birthday” hanyalah salah satu bentuk atau praktek dari tasyabbuh.

Allah ta’ala berfirman :

وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

Barangsiapa di antara kalian berloyalitas kepada mereka (orang-orang kafir) maka dia termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zhalim”. (Al Maidah: 51).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka”.

Ayat dan hadits di atas menunjukkan larangan tasyabbuh ( menyerupai orang kafir ).

Kita tidak bisa seenaknya menafsirkan ayat dan hadits seenak kita, atau seenak ‘ulama’ yang cuma mau enaknya saja.

Kita harus merujuk pada pemahaman salafus shalih, yaitu para sahabat, tabi’in, dan tabi’ut tabi’in. Serta para ulama sekarang yang tetap berpegang teguh dengan metode pendahulunya tersebut.

Apa sih yang menjadi batasan tasyabbuh yang dilarang ?

Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid menjelaskan :

والتشبه بالكفار على قسمين :

تشبه محرَّم ، وتشبه مباح .

القسم الأول : التشبه المحرّم : وهو فعل ما هو من خصائص دين الكفار مع علمه بذلك ، ولم يرد في شرعنا .. فهذا محرّم ،

سواء فعله الشخص موافقة للكفار ، أو لشهوة ، أو شبهة تخيل إليه أنّ فعله نافع في الدنيا والآخرة .

فإن قيل هل من عمل هذا العمل وهو جاهل يأثم بذلك ، كمن يحتفل بعيد الميلاد ؟

الجواب : الجاهل لا يأثم لجهله ، لكنه يعلّم ، فإن أصر فإنه يأثم .

القسم الثاني : التشبه الجائز : وهو فعل عمل ليس مأخوذاً عن الكفار في الأصل ، لكن الكفار يفعلونه أيضاً . فهذا ليس فيه محذور المشابهة .

http://islamqa.info/ar/21694

Bahwa tasyabbuh ada dua macam :

  1. Pertama, tasyabbuh yang diharamkan. Yaitu menyerupai orang kafir dalam hal-hal yang khusus menjadi simbol bagi agama mereka, yang tidak ada dalam syari’at islam. Orang itu melakukan apa yang dilakukan oleh orang kafir karena “mengikuti hawa nafsu” atau “terdapat kerancuan pada pemikirannya bahwa hal itu ‘bermanfaat’ di dunia dan akhirat”. Jika ditanya, apakah berdosa orang yang melakukan tasyabbuh karena jaahil ( tidak tahu ) ? Seperti orang yang mengistinewakan hari ulang tahun ? Maka, jawabannya adalah orang itu harus diberi tahu bahwa hal itu tidak boleh, jika ia tetap bersikeras atau tak mau tau, maka dia berdosa.
  2. Kedua, tasyabbuh yang dibolehkan. Yaitu menyerupai sesuatu yang tidak bersumber dari agama orang kafir pada asalnya, namun apa yang dia lakukan itu sama dengan yang dilakukan orang kafir. Inilah tasyabbuh yang tidak dilarang. Misalnya, orang kafir makan dan minum, sekolah, atau naik kendaraan. Maka hal itu tentu saja diperbolehkan.

Nah, kembali pada masalah ulang taun, baik mengucapkan selamat, merayakan, maupun mengistimewakannya. Itu bersumber dari ajaran orang kafir, yang sama sekali bukan dari ajaran islam.

Gini deh ya. Pernah gak sih Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ngerayain ulang taun ? Pernah gak sahabat-sahabat Rasulullah mengucapkan selamat ulang taun pada beliau ? Gak pernah kan.

Mengistimewakan hari ulang taun itu merupakan salah satu keyakinan orang kafir. Kalo ada yang bilang “ini kan ucapan selamat ulang taun yang islami, pake doa lagi”.

Nah, nah. Islami dari mana ? Kan itu bukan dari ajaran islam. Emang bisa gitu ya islami yang bukan berasal dari islam ? Terus do’a. Kasian banget baru dido’ain temen-temen setaun sekali. Makanya, nyari temen itu shalih/shalihah. Temen-temen yang shalih/shalihah itu bakal ngedo’ain kita walaupun kita gak nggak tau dan gak minta.

Kesimpulannya :

  • Ucapan selamat ulang taun itu murni dari adat/kebiasaan orang kafir
  • Dan kita dilarang tasyabbuh ( menyerupai orang kafir )

So, masih ngucapin “Happy Birthday” ?


sumber : Telegram Kilauan Cahaya Ilmu